Jump to Navigation

SHD bab-15

Bab 15

 

MENJELANG lohor Jiauw Pie Jielay mengajak Han Han mengelilingi dusun itu untuk menyenangi hati si bocah, Juga sipaderi membelikan satu perangkat pakaian baru untuk Han Han, sehingga sibocah she Han jadi terharu melihat kecintaan si Hwee-shio terhadap dirinya. Dia menghaturkan terima kasih berulang kali.

Khu Sin Hoo juga mengajak Han Han ketempat- hiburan, agar hati sibocah gembira. Ketika mereka sedang berada di jalan Ciong-yan, tiba-tiba dari depan mereka mendatangi seorang tabib kampung yang sedang berjalan dengan dituntun seorang bocah, karena dia memang seorang tabib yang sudah tua rentah, dan kalau tak dibantu oleh sibocah itu yang menuntun tangannya, mungkin dia akan rubuh terguling ...... Sambil berjalan selangkah-selangkah, mulutnya berteriak: ''Tabib dewa penyembuh penyakit aneh dan luar biasa ! Tabibdewa penyembuh penyakit yang sudah lama mengendap di tubuh !! Tabibdewa....."dan tiba-tiba sikakek tabib yang sudah tua itu tak meneruskan perkataannya, karena dia telah melihat'Jiauw Pie Jie-lay Khu Sin Hoo dan Han Han yang mendatangi padanya. Diawasinya wajah Han Han, sepasang alisnya berkerut.

"Penyakit yang luar biasa ....." pendengaran Sin Hoo yang tajam dapat mendengar perkataan sitabib waktu dia dan Han Han lewat didekatnya. "Penyakit yanganeh luar biasa sekali ! Aha .....kalautak menemui obat yang sesuai, tak mungkin bocah itu dapat tertolong."

Khu Sin Hoo jadi terkejut, dia sampai melonjak. Karena sebagai seorang Kang-ouw yang berpengalaman dan berpandangan luas, maka dia mengerti bahwa perkataan tabib itu ditujukan untuk dirinya. Maka dari itu, cepat-cepat dia menarik Han Han menghampiri sitabib tua itu. Jiauw Pie Jie-lay merangkapkan kedua tangannya.

"Sin-she.....benar perkataanmu tadi!

Kalau tak menemui obat yang sesuai, jiwa cucu Loo-lap ini tentu tak mungkin dapat disembuhkan!!" kata Khu Sin Hoo sambil memandang wajah tabib itu. Wajahnya luar biasa, sebab matanya sipit seperti mata tikus, kupingnyalebar seperti kuping babi, mulutnya lebar seperti paso dan hidungnya pesek melesek. "Dapatkah Sin-she menyembuhkan penyakit cucuku ini

Tabib itu ketawa tawar.

"Apa susahnya menyembuhkan penyakit yang sedang diderita oleh cucumu itu ?" tanyanya dengan suara yang dingin. "Asal kau berani memenuhi syarat yang akan kukatakan, mungkin cucumu itu akan tertolong !!"

"Syarat-syarat apakah yang Sin-she minta?" tanya Jiauw Pie Jielay, dia melihat lagak orang yang luar biasa, maka mau dia menduga tabib ini adalah seorang yang berkepandaian tinggi yang sedang menyamar menjadi seorang tabib.

"Syarat-syarat yang akan kuminta tak berat !!" menyahuti tabib itu dengan suara yang tetap dingin, lalu dia menoleh pada bocah yang berusia tujuh tabun, yang.menuntunnya. "Bukankah begitu Tie-jie ?"

Sibocah yang dipanggil Tie-jie, anakayam, mengangguk membenarkan perkataannya si-tabib itu.

"Benar Sin-she.....!" dia malah menyahuti.

"Sebutkanlah syaratmu itu Sin-she, kalau memang dapat kulakukan, aku pasti akan melaksanakannya dan memenuhi syarat-syarat yang kau ajukan itu !!" kata Khu Sin Hoo cepat.

"Hmmm. ..... apakah perkataanmu dapatdipercaya ?!" tegur sitabib sambil nyureng mengawasi wajah Khu Sin Hoo.

Jiauw Pie Jie-lay jadi mendongkol, biasanya dia paling tak senang orang tak pandang mata padanya, dia memang aseran, maka sudah sering orang yang mengeluarkan kata-kata tak enak ditelinganya itu disiksa setengah mati oleh paderi ini. Namun karenasekarang dia sedang berduka disebabkan penyakit yang diderita oleh Han Han, sehingga dia membutuhkan pertolongan tabib itu, maka mau dia berlaku sabar.

"Seumur hidupku belum pernah kulanggar janjiku !! Kalau memang aku tak menepati janji dan kesanggupanku pada syarat-syaratmu itu, kau boleh mentertawakan aku sebagai seorang yang hina-dina!!"

Tabib itu ketawa mengejek.

"Hu, hu, bicara memang enak." katanya "Tapi kalau sampai terjadi hal itu, paling-paling kau mengangkat bahu dan mengatakan tak tahu ! Lagi pula kulihat kau berkepandaian tinggi, maka mustahil kau tak dapat mengobati psnyakit bocah yang menjadi cucumu itu?! Bukankah dalam bidang Pengobatan tak begitu sulit ? "

Sin Hoo mengawasi orang dengan terkejut dia jadi menduga-duga, siapakan tabib itu? Yang membikin bingung Sin Hoo ialah, mengapa orang dapat mengetahui dia paham ilmu silat?!

"Loo-lap tak mengerti dalam bidang pengobatan, maka dari itu tak dapat Loo-lap mengobati penyakit cucuku ini !!" menerangkan Khu Sin Hoo cepat. "Dan kuminta shinshe menolong selembar jiwa cucuku ini !"

Malah begitu habis berkata, Jiauw Pie Jie-lay menjura pada tabib itu, padahal sebelumnya, tak pernah dia menghormati seorang manusiapun diatas permukaan bumi ini!! Maka, hebatlah Khu Sin Hoo ini, sebab dia rela mengorbankan harga diri dan kehormatannya, asal tabib itu mau menolong panderitaan Han Han yang disebabkan oleh pengemis Kay-pang yang menyiksa bocah ini melampaui batas pada beberapa hari yanglalu.....!! Padahal, pada sebelumnya, diamerupakan seorang tokoh persilatan yang dihormati oleh orang-orang rimba persilatan, sebab kepandaian silatnya yang sukar diukur. Dia juga tinggi hati dan tak gampang-gampang mau mengalah pada orang lain. Tapi sekarang, demi Han Han, dia telah memperlakukan si tabib begitu hormat.

Pada saat itu Tabib tersebut telah tertawa dingin lagi, sikapnya sangat tawar.

"Aku dapat menyembuhkan jiwa cucumu ini.....!"katanya tawar, "Tetapi kausendiri, aku tak tahu mau atau tidak meluluskan permintaanku ?!"

"Sebutkanlah Sin-she.....!!" kata KhuSin Hoo cepat. "Kalau memang untuk kebaikan cucuku ini, walaupun harus melakukan segala sesuatu yang sulit, aku pasti akan meluluskan permintaan Sin-she.....!"

Kembali tabib itu ketawa dingin.

"Bukankah kau Jiauw-pie Jie-lay Khu Sin Hoo?" tanyanya mendadak, matanya juga mencilak.

Khu Sin Hoo sendiri sampai terkejut orang dapat mengenali dirinya, dia sampai mengangkat kepalanya mengawasi tabib itu. Tetapi Sin Hoo tak dapat mengenali siapa tabib itu adanya.

'"Benar" dia menyahut sambil mengangguk. "Loo-lapmemang si orangshe Khu.....! Siapakah Sin-she?!"

"Hmmm.....kukira namaku tak perlukau ketahui !!" menyahuti sitabib dengan suara yang dingin. "Hanya aku sangsi, apakah setelah kusebutkan permintaanku itu kau akan menelan perkataanmu yang: telahkau ucapkan itu!"

Wajah Khu Sin Hoo jadi berubah merah. Dia jadi medongkol.

"Katakanlah Sin-she..... aku pastiakan meluluskan permintaanmu itu!" katanya agak keras.

"Betul? Kau pasti akan meluluskan permintaanku?!" tanya si-tabib menegaskan.

Tiba-tiba hati Khu Sin Hoo terkesiap, dia tak lantas menyahuti.Tadi dia main menyanggupi saja setiap permintaan sitabib, bagaimana kalau sampai akhirnya sitabib ternyata meminta dia, membunuh diri ?! Kan bisa berabe.....!"

"Maka dari itu," katanya "Sebutkanlah permintaanmu itu, kalau memang tak melanggar Gie, budi, dan tak lepas dari permintaan yang pantas, aku Khu Sin Hoo pasti akan meluluskan."

Tabib itu telah ketawa dingin lagi, sikapnya tawar sekali.

"Baiklah orang she Khu!!" katanya. "'Jiwa cucumu itu akan kutolong sampai sembuh, tapi kau juga harus memberikan padaku Pek-hek-sia!!" Pek-hek-sia ialah katak hitam dan katak putih.

Mendengar disebutnya Pek Hek Sia, wajah Khu Sin Hoo jadi berubah hebat, matanya juga berkilat bengis. Namun sesaat kemudian dia teringat bahwa dirinya sedang meminta pertolongan tabib yang luar biasa ini agar menyembuhkan Han Han, maka hatinya jadi lemas lagi.

"Baiklah,'' sahutnya menyanggupi. "Asal kau benar-benar dapat menyembuhkan penyakit cucuku ini,' maka Pek Hek Sia akan kuberikan kepadamu "

Tabib itu ketawa tawar.

"Soal menyembuhkan penyakit si-bocah ini sangat mudah, sama mudahnya dengan membalikkan telapak tanganku, tapi yang meragukan aku, apakah setelah kusembuhkan penyakit cucumu ini, kau akan memegang kata-katamu itu ?!"

Wajah Khu Sin Hoo sampai berubah hebat, alisnya sampai berdiri ketika mendengar perkataan orang.

"Hmm.....walaupun aku orang sheKhu tak pernah melakukan perbuatan baik, tapi tak nantinya aku sehina itu ! " kata-katanya tegas. "Kalau memang benar-benar kau dapat menolong jiwa Han-jie, maka Pek Hek Sia pasti akan kuberikan kepadamu !"

"Bagus! Mari kalian ikut aku !" kata sitabib yang lalu sudah memutar tubuhnya dan berjalan dengan dituntun oleh Tie-jie, si-bocah yang dipanggil sebagai Anak ayam itu.

Han Han yang hanya menyaksikan saja dengan menutup mulut, tiba-tiba menarik ujung baju Khu Sin Hoo.

"Tay-soe, tak usah kau membelaku sampai begini macam !" katanya terharu. "Biarlah tabib itu tak mau mengobati penyakitku ini, karena aku tak mau kalau barang Tay-soe, Pek Hek Sia, harus jatuh ketangan dia !!"

Jiauw Pie Jie Lay tersenyum ramah, penuh kasihsayang.

"Biarlah Han-jie.....Pek Hek Siatak ada harganya, hanya merupakan dua ekor katak, maka asal kau bisa sembuh, hatiku telah gembira !" katanya halus. Lalu tanpa mengatakan apa-apa lagi, dia menuntun tangan si-bocah she Han ini mengikuti tabib itu.

Han Han jadi tak tenang, dia terharu melihat paderi ini telah membela dirinya sampai begitu macam. Maka dari itu, walaupun tabib itu telah menjanjikan dirinya akan disembuhkan, tokh bocah ini telah mengambil keputusan untuk menampiknya nanti! !

Tabib itu menuju keluar dusun, dia mengajak Khu Sin Hoo dan Han Han kesebuah hutan.

"Ya disini !!" kata tabib itu sambil tertawa dan membalikkan tubuhnya menatap Khu Sin Hoo. "Aku akan mulai melakukan pengobatan pada bocah ini, begitu berhasil, kau harus menyerahkan Pek Hek Sia padaku !!"

"Tunggu dulu Sin-she.....!" tiba-tiba HanHan berteriak. "Aku tak mau kau obati, biarlah penyakitku ini bertambah berat, tapi aku tak akan meminta pertolongan Sin-she !!"

Wajah Sin-she itu jadi berubah merah padam, rupanya dia mendongkol. Sedangkan Sin Hoo sendiri jadi gugup, dia berusaha membujuk sibocah.

Akhirnya, karena dipaksa oleh Khu Sin Hoo, maka mau juga Han Han diobati oleh tabib itu.

Sedangkan tabib luar biasa itu memerintahkan Tie-jie, si-bocah yang tadi menuntunnya untuk menggelar selembar tikar yang lebar, kemudian dia perintahkan Han Han untuk tidur rebah ditikar rumputnya itu.

Han Han menolak, sehingga Khu Sin Hoojadi repot membujuk.

"Bocah!" kata si-tabib mendongkol. "Kalau memang kau sudah ingin cepat-cepat pergi keneraka, ya sudah ! Aku juga tak bisa memaksamu !" dan dia sudah menggulung tikar rumputnya itu untuk berlalu.

Sin Hoo jadi gugup, cepat-cepat dia menghampiri tabib itu.

"Sin-she.....kuminta kau mau mengobati cucuku ini seperti yang kita bicarakan tadi!" kata Sin Hoo. "Pek Hek Sia pasti akan kuserahkan padamu!"

"Hmmm.....aku memang ingin menyembuhkan bocah itu, tapi bocah itu terlalu tahan harga ! Biarlah dia mampus!"

Wajah Kho Sin Hoo jadi berubah.

"Jadi Sin-she tak mau menolong cucuku itu?" tanyanya dan dihati Jiauw Pie-Jie Lay telah mengambil keputusan lainnya, kalau saja si Sin-she ini menolak menolongi Han Han, dia pasti akan menggunakan kekerasan untuk memaksa si-tabib menolongi Han Han.

Sitabib mengawasi Jiauw Pie Jie Lay sesaat, kemudian dia menoleh kepada Han-Han.

"Hei bocah ..... apakah kau tetapmenolak maksud baikku yang ingin menyembuhkan penyakitmu yang tak menggembirakan itu?" tegurnya.

Han Han mendelik pada si-tabib.

"Hmmm..... kau adalah tabib jahat,karena menolongku dengan mengandung sesuatu maksud, mengincer barang Khu Tay-soe!" menyahuti Han Han berani, "Sudalah! Aku juga tak jeri untuk mati!"

Khu Sin Hoo menghampiri Han Han, dia gugup sekali.

"Han-jie.....kau harus mau Shin-sheitu mengobatimu.....karena begitu kausembuh, aku akan mengajakmu ke Thian-san untuk bermain-main digunung itu ! Bagaimana ? Kau mau bukan diobati oleh Sin-she itu?"

Sibocah menatap Khu Sin Hoo. Dilihatnya wajah orang yang begitu gugup, menunjukkan kekuatiran, sehingga sibocah jadi terharu dan berterima kasih pada paderi yang baik hati ini.

"Baiklah Tay-soe.....!!" akhirnya dia menyahuti sambil mengagguk. Dia sudah lantas menghampiri sitabib. "Ayo Sin-she, mulailah kau mengobati penyakitku ini ! "

Tabib itu sudah mendongkol, dia juga lantas ketawa mengejek.

"Hmmm..... belum pernah ada orangyang memohon pertolonganku dengan cara kau, bocah!!" katanya bengis. "Apakah kau kira kalau aku tak mau mengobatimu kau bisa memaksaku ?"

"Shin-she .....cepatlah kau memulai psngobatanmu, karena kalau terlambat, jiwa cucuku ini akan berbahaya sekali !"

Tabib itu ketawa dingin.

"Begini saja kita atur !" katanya tawar. "Kukira sekarang ini kau tak membawa Pek Hek Sia, bukan ? Nah, sibocah kau titipkan saja padaku, nanti setelah berselang tiga bulan, setelah bocah ini sembuh, aku akan mengantarkannya padamu! Kita bertemu dikota Ciong An. Nanti kuserahkan cucumu ini dan kau menyerahkan Pek Hek Sia padaku ! Bagaimana, akur?"

Sin Hoo mengangguk cepat.

"Baik ! Begitupun boleh !" katanya dengau suara yang gugup, "Aku akan menantikan kau di Ciong Sia untuk mengembalikan cucuku itu ! Tapi kalau sampai selembar rambutnya saja terganggu, kau akan kubunuh ! Biarpun kau melarikan diri kebulan, tokh aku akan tetap mengejarmu !!"

"Jangan kuatir!" menyahut sitabib tawar. "Jiwa cucumu ini akan selamat! Percayalah !! Asal ingat, begitu aku menyerahkan kembali bocah ini padamu, kaupun harus menyerahkan Pek Hek Sia milikmu itu !"

"Boleh !" menyahuti Khu Sin Hoo cepat. "Tapi kalau sampai cucuku ini mengalami sesuatu yang tak menggembirakan, aku akan mencarimu untuk melakukan perhitungan !"

Sitabib hanya ketawa tawar, dia menggapei tangannya pada Han Han.

"Ayo kita berangkat !!" katanya nyaring, dia bukan hanya berkata, karena tabib itu telah memutar tubuhnya dan mulai melangkah pergi dengan mulutnya meneriaki:

"Tabib dewa, dapat menyembuhkan segala macam penyakit, berat dan ringan, semuanya pasti akan sembuh.....! Tabibdewa!! Tabib dewa .....!!"

Melihat si-tabib akan berlalu, Khu Sin Hoo memerintahkan Han Han untuk ikut pada tabib itu. Entah kenapa, dalam keadaan panik Khu Sin Hoo jadi main mempercayai tabib itu saja.

Sebetulnya Han Han berat berpisah dengan paderi yang baik hati itu, tapi karena Khu Sin Hoo mendesaknya, terpaksa akhirnya dia menyusul tabib luar biasa itu dan mengikuti dibelakangnya sitabib ..... !

Khu Sin Hoo sendiri menghela napas. Dia jadi berduka. Karena Han Han yang menderita penyakit yang begitu membahayakan jiwanya, kedua sitabib telah meminta Pek Hek Sia sebagai imbalannya dan Jiauw Pie Jie-lay ini telah main menyanggupi saja !! Padahal, Han Han sendiripun tahu bahwa Pek HeK Sia itu sebetulnya adalah binatang yang langka dan jarang sekali orang memilikinya, karena kedua katak hitam putih itu dapat mengobati orang yang keracunan..... itulahsebabnya Khu Sin Hoo sangat menyayangi kedua binatang yang luar biasa itu. Namun disebabkan dia ingin menolong jiwa Han Han, terpaksa dia harus mengorbankan katak pusaka itu.

Setelah menghela napas berulangkali, akhirnya Sin Hoo kembali kehotelnya. Karena dalam beberapa malam terakhir ini dia kurang tidur disebabkan menjagai terus Han Han yang sering jatuh pingsan, maka begitu rebah dipembanngan, dia tertidur nyenyak .....di hatinya dia sudahmengambil keputusan untuk menuju kekota Ciong An untuk menunggui kedatangan si-tabib luar biasa itu !

Tapi, yang membikin Sin Hoo tak mengerti, siapakah sebetulnya tabib yang luar biasa itu ?! Apakah dia seorang tokoh persilatan yang. sedang manyembunyikan diri?! Entahlah! Sin Hoo tak mengenalinya.....!

 

 *Mukhdan*Dewi Kz*Budi S-Aditya



Who's online

There are currently 0 users online.

Main menu 2

Dr. Radut Consulting